Sekretariat DPRD dukung penuh NTB Bebas Sampah

Mataram – Sekretariat DPRD Provinsi NTB hari ini, Senin, 13 Januari menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) “Gerakan Pilah Sampah Dari Rumah Berbasis Kelurahan” di Gedung Graha Bhakti, kantor Gubernur NTB. Rakor ini terselenggara atas kerjasama Pemerintah Provinsi NTB (Pemprov) dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB, bersama Pemerintah Kota Mataram (Pemkot. Mataram) dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram (DLH Mataram), membahas tentang berbagai macam upaya pengelolaan sampah dan rencana-rencana inovasinya di tahun 2020 dari setiap Kabupaten/Kota di NTB untuk mendukung Progam Zero Waste dari Pemerintah Provinsi NTB.

Rakor yang dipimpin oleh Ir. H. Ridwansyah – Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi NTB ini dihadiri oleh seluruh perangkat daerah Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kabupaten/Kota se NTB. Sekretariat DPRD Provinsi NTB sendiri mengutus Kepala Bagian Umum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Drs. Hafid, MM. untuk menghadiri dan memberikan sumbang saran yang membangun demi tercapainya NTB yang Bebas Sampah.

Hal menarik yang menjadi pembelajaran dan terungkap dalam rakor ini adalah upaya Pemerintah Kota Mataram yang membuat program serupa Zero Waste Pemprov, namanya “Gerakan Menuju Lisan”. Lisan adalah singkatan dari  Lingkungan Sampah Nihil/Zero Waste Environment. Merupakan inovasi Pemkot Mataram yang dimulai dari Kecamatan Selaparang. Hebatnya, inovasi ini telah dimulai sejak tahun 2011, bahkan telah mendapatkan penghargaan nasional yaitu “Innovative Government Award/IG Award”. Kota Mataram sendiri dapat mengelola 246,5 ton dari total 337,67 ton volume sampah setiap harinya yang dikelola di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sedangkan sisanya 90,73 ton  tidak dikelola di TPA.

Menurut Kepala DLH Kota Mataram – Irwan Rahadi, inti dari program “Lisan” ini adalah menjadikan sampah sebagai komoditas atau sampah untuk meningkatkan kesejahteraan. Kegiatan-kegiatan dalam program Lisan ini tambah Irwan antara lain berupa Barter, yaitu penukaran sampah plastik dengan beras. “Ada juga kegiatan penjualan sampah an-organik ke Bank Sampah, ada juga kegiatan penjualan produk hasil olahan sampah plastik menjadi barang kerajinan, pemanfaatan lahan pekarangan untuk sayuran organik, dan Sedekah Sampah” ujarnya.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Boss TimeContent ID