DPRD Jatim pelajari pengelolaan PAD dan Pariwisata NTB

Mataram – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat ( DPRD NTB ) menerima kunjungan kerja Badan Anggaran DPRD Jawa Timur (Banggar DPRD Jatim) di ruang rapat Pleno pada Selasa Pagi (14/1/2020). Rombongan yang di pimpin langsung oleh Ketua Banggar DPRD Jatim – Dr. Drs. Agus Dono, M.Si.- ini bermaksud untuk mencari masukan terkait Potensi Sumber Pendapatan Daerah dan Pengelolaan Pariwisata.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, S.H., M.H., bersama  Wakil Ketua I H. Mori Hanafi, S.E., dan Wakil Ketua II Drs. H. Muzihir, serta Ketua Komisi III DPRD NTB – Sembirang Ahmadi, beserta beberapa Pejabat Pemerintah Provinsi NTB dari Perangkat Daerah terkait.

”Selamat datang  di Lombok, bicara pariwisata Lombok, sekarang ini Pariwisata Lombok sudah  mulai  menggeliat, obyek-obyek wisata telah mulai di kunjungi wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Bertolak belakang waktu Lombok di guncang gempa tahun 2018. Untuk diketahui bapak ibu sekalian, kalau di Bali belum tentu  ada Lombok, tapi di Lombok ada Bali” cerita Isvie menyambut hangat rombongan sembari mempromosikan wisata di NTB.

Senada dengan Ketua DPRD NTB, H. Mori Hanafi juga bercerita tentang luluh lantaknya pariwisata di NTB akibat bencana gempa pada 2018 silam. ”Kami terus terang pariwisata  kita luluh lantah akibat gempa yang luar biasa,  kita ambil contoh di kawasan wisata Kabupaten Lombok Utara,  90 persen rumah warga  luluh lantak, baru di petengahan tahun 2019 Pariwisata baru mulai pulih” Kata Mori.

Ketua Komisi III Sembirang Ahmadi yang ikut serta menyambut dan menerima rombongan juga menyampaikan bahwa bicara postur pendapatan Jawa Timur dengan NTB, tentu tidak apple to apple. “Jauh perbedaanya. Untuk Jawa Timur saja pajak kendaraan bermotor telah mencapai pada angka Tujuh Triliun, sementara kita di NTB, APBD kita hanya 5,4 triliun. Jadi sangat jauh Jawa Timur dengan NTB dari sektor pendapatan. Sedangkan untuk tunggakan, kita sedang mencari formula bagaimana cara menarik tunggakan-tunggakan tersebut” ujar Sambirang Ahmadi.

Agus Dono yang memimpin rombongan Banggar DRPD Jatim, menjelaskan tujuan kunjungan kerjanya untuk menggali informasi terkait tentang potensi sumber pendapatan daerah dan pengelolaan pariwisata, yang mampu mendukung percepatan ekonomi NTB dari pasca Gempa. Beliau juga menambahkan bahwa Jawa Timur sebagai 5 Koridor perkembangan perekonomian dari Pemerintah Pusat, terkoneksi dengan pertumbuhan dan perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, sehingga perlunya untuk menjaga Silaturahim yang telah terjalin baik antara Jatim dan NTB. (Ihin)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Boss TimeContent ID