Raperda terkait PT.GNE paling disorot Dewan

Mataram – Sebanyak sembilan Fraksi memberikan pandangan umumnya atas tiga buah Rancangan Perda(Raperda) usul Gubernur NTB. Pandangan umum ini dibacakan masing-masing Fraksi dalam Rapat Paripurna yang pimpin H. Muzihir bersama Hj. Baiq Isvie Rupaeda, H. Mori Hanapi dan H. Abdul Hadi, pada Senin, 9 Maret 2020.

Ketiga Raperda tersebut adalah, pertama, Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika. Raperda ini disetujui semua fraksi untuk dibahas ke tingkat selanjutnya. Tentunya dengan beberapa catatan saran dan koreksi. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya meminta agar pasal 25 dicabut dari Raperda ini.

Raperda ke 2 adalah Raperda tentang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan. Semua fraksi juga menyetujui raperda ini untuk dibahas ke tingkat selanjutnya.

Terakhir, Raperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Perseroan Terbatas Gerbang NTB Emas (PT. GNE). Dari sembilan fraksi, hanya Fraksi Partai Golkar yang menyetujui Raperda ini untuk di bahas ke tingkat selanjutnya.

Setelah fraksi-fraksi memberikan pandangan umumnya terhadap 3 (tiga) buah Raperda ini, proses selanjutnya adalah tanggapan dan Jawaban Gubernur NTB terhadap pandangan umum fraksi-fraksi tersebut yang akan disampaikan secara resmi pada Rapat Paripurna yang diagendakan pada hari Kamis, 12 Maret 2020. “Jawaban Gubernur terhadap ketiga Raperda tersebut insya Allah akan disampaikan pada Rapat Paripurna ke tiga (Kamis, 12/3)” tutup H. Muzihir mengakhiri Rapat Paripurna tepat pada pukul 12.00 wita.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Boss TimeContent ID