“NTB Bangkit” di Udayana

Mataram – Karangan bunga mendadak memenuhi setiap sudut halaman kantor dewan di Udayana. Para petugas pengamanan sibuk mengatur posisi masing-masing karangan bunga yang antre agar mendapat tempat di sepanjang jalan dan halaman kantor DPRD Provinsi NTB. Sekilas ada yang tampak berbeda dengan penampilan petugas-petugas dan semua orang yang hilir mudik di kantor tersebut. Ya, mereka semua berpakaian adat, adat sasambo, sasak, samawa dan mbojo.

Rupanya, hari ini, Kamis 13 Desember, DPRD Provinsi NTB menggelar peringatan hari ulang tahun Provinsi NTB yang ke 60. Acara tersebut di kemas dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi NTB dengan agenda Peringatan HUT NTB ke 60.

Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri penuh oleh semua undangan, bahkan Gubernur NTB periode 2003-2008 H. Lalu Serinata turut hadir memberi energi positif bagi seluruh hadirin di ruang sidang utama, kantor DPRD Provinsi NTB di Udayana.

Sebagai pimpinan sidang, Hj. Baiq Isvie Rupaeda berulangkali mengucap syukur dan tanda terimakasih kepada semua pihak yang turut berpartisipasi dan semua undangan yang telah hadir menyemarakkan rapat paripurna tersebut. “Semoga semua ini menjadi wujud kecintaan kita kepada Provinsi NTB tercinta ini” ungkap Ketua DPRD Provinsi NTB ini.

Baiq Isvie menyampaikan kegiatan dewan yang telah dilaksanakan selama 2018 yaitu Kegiatan Pimpinan sebanyak 50 kegiatan, Badan Musyawarah telah menyelenggarakan 40 kegiatan, Badan Kehormatan 10 kegiatan, Badan Pembentukan Perda 10 Kegiatan, Badan Anggaran 14 kegiatan, Panitia Khusus 60 kegiatan,  Komisi telah menyelenggarakan 75 kegiatan, Fraksi 30 kegiatan, Rapat Paripurna telah diselenggarakan sebanyak 55 kali, kegiatan Penerimaan Hearing dan Demo sebanyak 21 kegiatan. Ucapan terimakasih juga di persembahkan kepada Anggota Dewan yang telah menyumbangkan aspirasinya dalam mengusulkan Raperda Inisiatif, yaitu TGH. L. Patimura Farhan dengan 4 buah usulan, H. MNS. Kasdiono 3 usulan, H. Makmun, S.Pd. 2 buah usulan, Raekhan Anwar 1 buah dan H. Ruslan Turmudzi 1 buah usulan.

Mengambil tema NTB Bangkit, Rapat Paripurna ini menghadirkan nuansa kental “sasambo”. Semangat Persatuan suku Sasak, Suku Samawa dan Suku Mbojo dikedepankan. Hal ini sangat terlihat dari pidato sambutan Gubernur NTB yang berkali-kali mendapat aplaus dari semua hadirin. Ada empat point yang disampaikan Dr. Zul yaitu, tentang Rehabilitasi dan Rerkonstruksi pasca bencana gempa, Iklim Investasi yang harus kondusif dan memprioritaskan industri pengolahan, Pengembangan daya saing dan yang point terakhir yang paling penting yaitu tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia di NTB. “Saya yakin, mestinya banyak anak-anak NTB yang mampu menjadi pemimpin di negeri sendiri” tegas beliau disambut aplaus meriah dari anggota dewan dan tamu undangan.

“Apakah dengan mengirim seribu anak-anak NTB ke luar negeri karena kualitas perguruan tinggi dalam negeri tidak bagus? Saya termasuk orang yang sangat yakin kualitas dari pendidikan tinggi di dalam negeri tidak kalah, tapi minimal dengan mengirimkan anak-anak kita ke luar negeri, biasanya kepekaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia membuncah menggelora di dalam semangat mereka sehingga ketika kembali ke dalam negeri mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Ternyata orang bule, bermata biru, berkulit putih, tidak juga lebih pandai dari mereka. Insyaallah anak NTB bisa!” ungkap Gubernur yang sering disapa Dr. Zul ini.

“Saya membayangkan seribu anak NTB yang kita kirim ke luar negeri insyaallah menjadi pemimpin masa depan yang piawai berkomunikasi dengan bahasa internasional, sehingga mereka bukan hanya siap menjadi gubernur NTB bahkan juga siap menjadi pemimpin di republik Indonesia ini!” tegasnya disambut tepuk tangan meriah dari semua hadirin. (ms)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan