Satgas Covid-19 DPRD NTB tancap gas!

Minggu Depan Satgas Distribusikan APD dan Obat-Obatan.

MATARAM-Satuan Tugas (Satgas) Daerah Lawan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) DPRD NTB menggelar rapat internal persiapan distribusi Alat Pelindung Diri (APD) dan Obat-Obatan.

Sambirang Ahmadi, Koordinator Satgas

“Kita sudah susun rencana aksi menyusul bantuan dari Satgas Pusat DPR RI dalam pengiriman,” kata Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB Sambirang Ahmadi, Kemarin (22/4).

Jika tidak ada kendala berarti Satgas mulai turun distribusi minggu depan. Tepatnya Senin-Selasa, 27-28 April 2019. APD dan obat-obatan itu akan didistribusikan terutama di pusat penyebaran Covid-19. “Epicentrum penyebaran akan jadi tujuan utama,” imbuhnya.

Jumlah APD yang terkirim, masih perlu didata ulang begitu telah diterima Satgas. “Jika jumlahnya banyak akan kita bagi rata, tetapi kalau terbatas diperioritaskan daerah yang urgent,” terangnya.

Logistik kesehatan ini merupakan distribusi tahap pertama. Akan ada tahap berikutnya begitu pengiriman dari Satgas pusat diterima daerah. “Sembari kita buka skema bantuan lain yang akan digali untuk tingkatkan jumlah bantuan,” imbuhnya.

Setelah APD dan Obat-obatan ini, bantuan tahap berikutnya diupayakan Sembako. “Dananya yang kita himpun dari pihak ketiga,” ulasnya. Tetapi sebelum itu Satgas akan menunggu hasil validasi data yang dilakukan pemerintah, terutama dalam pendistribusian Jaring Pengaman Sosial (JPS). “Jangan sampai tumpang tindih, karena ada juga penerima JPS, PKH, BLT DD,” ulasnya.

Dalam proses distribusi APD dan obat-obatan nanti, tim dibagi menjadi empat. “Ke Bima di pimpin pak Mori Hanafi, Sumbawa pak Sambirang, RSUP NTB saya sendiri, dan Lombok Timur Ibu Isvie,” kata Bidang Pengawas Internal Satgas Lawan Covid-19 TGH Mahally Fikri.

Tim dibagi berdasarkan jumlah daerah penyebaran Covid-19 dengan kasus tinggi. Langkah ini sebagai bentuk aksi nyata DPRD NTB ikut membantu bendung penyebaran pandemi.

“Kita berharap dengan kerja kolektif semua pihak pandemi segera usai,” harapnya.

Pulau Lombok saat ini masih jadi epicentrum penyebaran tertinggi dibanding pulau Sumbawa. Sehingga Satgas lebih memperioritaskan distribusi APD dan obat-obatan lebih banyak ke pulau Lombok.

“Sekitar 80 persen kasusnya ada di Lombok,” ulasnnya.
Sementara itu, Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB HL Budi Suryata menghimbau masyarakat tidak meremehkan pandemi ini. “Kita harus waspada, tetapi juga jangan panik berlebihan, sehingga imun tubuh kita turun,” katanya.

Semua elemen harus bergandengan tangan, bahu-membahu membendung penyebaran pandemi. Saling membangun kesadaran menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

APD dan obat-obatan diperkirakan sampai hari ini. “Besok (hari ini, Red) sampai,” terangnya. Berbagai keperluan medis akan langsung didistribusikan ke rumah sakit-rumah sakit yang ada di empat daerah. “Kita akan langsung turun,” pungkasnya.

Untuk diketahui Ketua Dewan Pengawas Satgas Lawan Covid-19 DPRD NTB Hj Isvie Rupaeda. Sedangkan anggota dewan pengawas H Mori Hanafi, H Muzihir, dan H Abdul Hadi.Koordinator Satgas Sambirang Ahmadi; Wakil Koordinator HL Budi Suryata; Sekretaris Hasbullah Muis. Bidang Keuangan Misbach Mulyadi; Bidang Operasi Ahmad Puaddi; Bidang SDM Kesehatan dan Relawan Moh Akri; Bidang Hubungan Antar Lembaga HL Hadrian Irfani.
Bidang Antar Daerah H Ruslan Turmuzi; Bidang Penerangan Masyarakat Nauvar Furqony Farinduan; Bidang Hukum dan Advokasi Syirajuddin; Bidang Pengawas Internal TGH Mahally Fikri.

Selain itu ada Bidang Informasi Strategis HM Khairul Rizal; Bidang Logistik Multazam; Bidang Koordinator Satgas Kecamatan dan Kelurahan TGH Patompo Adnan; Bidang Pemulihan Lalu Satriawandi.(Ihin)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan

Boss TimeContent ID