Beranda Berita Sekwan ikuti FGD dalam rangka penyusunan nilai IDI di NTB

Sekwan ikuti FGD dalam rangka penyusunan nilai IDI di NTB

135

Mataram – Sekretaris DPRD Provinsi NTB H. Mahdi, S.H., M.H. menjadi narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB. Kegiatan FGD ini menurut Kepala BPS NTB- Suntono, S.E., M.Si., sebagai bagian proses dalam penyusunan nilai Indeks Demokrasi Indonesia di Provinsi NTB.

Dalam kegiatan ini, narasumber berhak mengklarifikasi keabsahan berbagai data dan informasi terkait variabel yang menentukan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) yang telah dikumpulkan oleh BPS NTB.

Selain  itu, narasumber juga berkesempatan untuk menambahkan data dan informasi terkait variabel tersebut yang luput dikoleksi oleh BPS NTB.

Tidak seperti tahun lalu, kegiatan ini diselenggarakan secara daring (dalam jaringan internet) melalui aplikasi Zoom dan berlangsung selama 2 hari, dari Kamis 22 April sampai Jumat, 23 April.

Menurut Suntono, ada 11 variabel yang menentukan nilai IDI yaitu, (1) Kebebasan berkumpul dan berserikat, (2) Kebebasan berpendapat, (3) Kebebasan berkeyakinan dan (4) Kebebasan dari diskriminasi.

Variabel berikutnya adalah (5) Hak memilih dan dipilih, (6) Partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan, (7) Pemilu yang bebas dan adil, (8) Peran DPRD, (8) Peran Partai Politik dan (10) Peran birokrasi pemerintah daerah. Variabel terakhir adalah (11) Peran peradilan yang independen.

DPRD Provinsi NTB dalam kegiatan ini mengklarifikasi data dan informasi terkait peran DPRD Provinsi NTB dalam pembentukan Peraturan Daerah, keterlibatan perempuan sebagai Anggota Legislatif di Provinsi NTB serta kegiatan penerimaan hearing atau demo yang berpotensi anarkis baik dipicu oleh pengunjuk rasa atau pihak lain.

H. Mahdi sendiri sangat mengapresiasi baik kegiatan ini. Dirinya berharap keabsahan dari masing-masing indikator pada setiap variabel harus diutamakan demi cerminan nilai IDI yang berkualitas.

“Kita berharap nilai IDI tahun 2020 dapat meningkat dari tahun 2019, minimal tetap. Seperti tahun 2019 lalu, perkembangan demokrasi di NTB sangat bagus. Faktor keharmonisan legislatif dan eksekutif dan kebersamaannya dengan masyarakat juga menentukan perkembangan demokrasi di NTB yang kita cintai ini” tutur Mahdi. (mos)

Artikel sebelumyaUmmi Rohmi apresiasi keputusan Dewan setujui 3 dari 5 Raperda menjadi Perda
Artikel berikutnyaBaiq Isvie gandeng Unram sosialisasikan Perda ke masyarakat di Dapilnya