Beranda Berita NTB BELAJAR KESIAPAN BALI MENERIMA KINJUNGAN WISATA ASING

NTB BELAJAR KESIAPAN BALI MENERIMA KINJUNGAN WISATA ASING

123

Dalam rangka perhelatan MotoGP Mandalika di Kute Lombok Tengah Provinsi Nusa Tenggara Barat, DPRD NTB bersama Forum Wartawan Parlemen DPRD NTB dan IJTI NTB belajar bagaimana Pemerintah Provinsi Bali mempersiapkan diri untuk membuka kunjungan wisata asing yang rencananya akan dilakukan pada Juli mendatang, yang  salah satunya bagaimana membangkitkan sektor pariwisata, ekonomi dan UMKM NTB di tengah covid-19 saat ini. Kedatangan rombongan diterima oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Bali, I Made Pramana beserta jajarannya, di Kantor Kominfo Pemprov Bali, Rabu, (31/03/2021).

Ketua Komisi III DPRD NTB, H. Sambirang Ahmadi, S.Ag., M.Si selaku Ketua Rombongan menyampaikan kedatangannya bersama rombongan untuk belajar bagaiman persiapan Pemprov Bali untuk membuka kunjungan wisatawan asing ke daerah Bali.

Ketua Forum Wartawan Parlemen NTB, Fahrul Mustofa menanyai bagaimana penerapan CHSE di Provinsi Bali. Menjawab pertanyaan tersebut, Kasi Sarana Promosi dan Komunikasi Digital Dispar Bali Dewa Dwijayendra, mewakili Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali menyampaikan, Pemerintah Provinsi Bali melakukan berbagai upaya dalam memulihkan pariwisata Bali.

Adapun upaya yang dilakukan dalam pemulihan pariwisata Bali tersebut yakni, melaksanakan prioritas vaksinasi di 3 kawasan zona hijau yaitu Ubud, Sanur dan Nusa Dua.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Joko Widodo, rencana 3 kawasan zona hijau tersebut akan dibuka untuk dikunjungi wisman pada Juni-Juli 2021, dengan catatan penyebaran kasus Covid-19 melandai,”saat menjelaskanya di Kantor Kominfo Provinsi Bali.

Dewa Dwijayendra menambahkan, total kebutuhan vaksin untuk tiga zona hijau tersebut sebanyak 170.487 vaksin, dengan rincian 47.045 vaksin untuk di Ubud, 87.715 untuk di Nusa Dua, dan 35.727 untuk di Sanur “Saat ini kurang lebih 20.600 yang telah divaksin, dengan rincian BTDC sebanyak 5.000 orang, Bandara Internasional I Gst. Ngurah Rai sebanyak 5.600 orang Hotel Harris Sunset Road sebanyak 2.000 orang Hotel Prama Sanur sebanyak 4.000 orang Hotel Four Points sebanyak 4.000 orang,” terangnya.

“Ini sifatnya masih uji coba/trial dan harus disiapkan dengan matang agar pada pembukaan pertama tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak image pariwisata Bali ke depan,” tandasnya. Upaya tersebut, lanjutnya, akan terus dievaluasi pelaksanaannya dan secara bertahap akan diperluas lagi green zone-nya sambil terus dilaksanakan program vaksinasi. “Kalau sudah 70% masyarakat Bali divaksin maka akan memunculkan kekebalan kelompok sehingga penyebaran Covid-19 akan turun dan Bali aman untuk dikunjungi,” tutupnya.

Artikel sebelumya99 DESA WISATA DI NTB AKAN MENIRU PENGELOLAAN MONKEY FORES DESA PADANGTEGAL UBUD GIANYAR PROVINSI BALI
Artikel berikutnyaRaperda usulan Dewan untuk lindungi masyarakat adat, masuki tahap finalisasi